*Pemkab Inhil Tega! Honor RT/RW 2025-2026 Mandek, Pelayanan Warga Taruhannya


TEMBILAHAN - Mereka garda terdepan saat warga sakit tengah malam, urus surat kematian, urus kasus pencurian, kasus narkoba sampai sengketa tetangga dan perceraian. Tapi nasib Ketua RT/RW di Inhil hari ini miris.

Honor mereka macet berbulan-bulan. Ada yang belum dibayar sejak 2025, untuk 2026 pun belum ada kejelasan cair. "Kami akar rumput, tapi rasanya paling bawah dilupakan," keluh salah satu Ketua RW di Kecamatan Tembilahan.

Teriakan pilu datang dari ujung tombak pemerintahan paling bawah. Ketua RT dan RW se-Kelurahan Tembilahan Kota mengaku sudah 5 bulan belum menerima honor. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah kecamatan lain. Tembilahan, Riau

"Berpariasi, ada beberapa bulan tahun 2025 yang belum dicairkan, hingga saat ini untuk 2026 juga belum ada pencairan honor," ungkap salah satu Ketua RW dengan nada kecewa, Rabu 4/6/2026.

Keluhan senada dilontarkan Ketua RT di Kelurahan Tembilahan Kota. "Sudah lima bulan kami belum terima honor. Kami kerja 24 jam, tapi dapur juga harus ngebul Pak," ujarnya.

Selama ini RT/RW disebut "akar rumput" pemerintahan. Mereka yang pertama kali disambangi warga untuk KTP, KK, bansos, surat miskin, sampai mediasi konflik. Tanpa mereka, birokrasi di atas bisa lumpuh.

Ironisnya, honor yang nilainya jauh di bawah UMR itu justru paling sering tersendat. Sementara tunjangan pejabat lain lancar jaya.

Di sinilah perlunya peran Forum RT/RW diuji. Seharusnya forum ini jadi "corong" dan "tameng" bagi anggotanya. Karena Fungsi utamanya

Yaitu Jembatan ke Pemkab, Forum wajib menampung aspirasi dan meneruskan ke Camat, Lurah, sampai Bupati. Bukan diam. 

"Kami berharap ada upaya Pemkab Inhil untuk hal itu. Jangan sampai kami yang di garda terdepan malah sesak napas duluan," harapnya.

Hingga berita ini naik, belum ada klarifikasi resmi dari Pemkab Inhil terkait keterlambatan pembayaran honor RT/RW se-Kabupaten Indragiri Hilir.

Pelayanan Tetap Jalan, Tapi Apresiasinya Kapan?

Keterlambatan ini berpotensi memukul semangat RT/RW. Jika "akar rumput" kering, bagaimana pohon pemerintahan bisa rindang?

Warga kini menunggu langkah cepat Bupati Inhil dan gerak cepat Forum RT/RW. Karena menghargai RT/RW sama dengan menghargai 20-50 KK yang mereka layani setiap hari.

Honor RT/RW bukan sedekah. Itu hak dan bentuk negara hadir untuk pahlawan tanpa tanda jasa di gang-gang sempit.

Bapak Bupati Inhil, dengarlah jeritan "akar rumput" ini sebelum akarnya benar-benar mati. Pak Ketua Forum RT/RW, tunjukkan taringnya. Jangan sampai forum cuma jadi "forum seremonial"! (Firman)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama